BATAM — Gangguan pasokan air bersih yang berulang di Kota Batam kembali memunculkan pertanyaan publik.
Ketika kebutuhan masyarakat terus meningkat, persoalan distribusi yang disebut dapat berlangsung hingga berminggu-minggu dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan pelayanan biasa.
Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepri, Ismail Ratusimbangan, mendesak BP Batam bersama pihak pengelola air melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, infrastruktur, kapasitas produksi, hingga jaringan distribusi.
Menurut Ismail, masyarakat berhak mendapatkan kepastian mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, langkah perbaikan, serta target pemulihan pelayanan.
“Kalau terjadi gangguan, masyarakat harus mendapat penjelasan yang terbuka. Jangan sampai warga hanya menunggu tanpa kepastian kapan air kembali normal,” ujar Ismail.
Ia menilai persoalan air bersih harus ditempatkan sebagai isu pelayanan publik yang strategis.
Batam sebagai kota industri dan perdagangan membutuhkan sistem penyediaan air yang mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Ismail juga mendorong BP Batam mengevaluasi efektivitas model pengelolaan saat ini dan membandingkannya dengan sistem pengelolaan sebelumnya, termasuk ketika pelayanan air dikelola ATB.
Namun, ia menegaskan evaluasi tidak boleh diarahkan semata-mata untuk menyalahkan pihak tertentu.
“Yang harus diukur adalah kualitas pelayanannya. Apakah pasokan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bagaimana kecepatan menangani gangguan, dan apakah komunikasi kepada pelanggan sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Menurutnya, apabila terdapat kendala teknis maupun keterbatasan infrastruktur, pemerintah dan pengelola harus menjelaskannya secara transparan sekaligus menyampaikan langkah perbaikannya kepada publik.
“Jangan menunggu keluhan semakin besar baru dilakukan evaluasi. Kalau ada kelemahan dalam sistem, perbaiki. Kalau kapasitas infrastrukturnya kurang, segera siapkan solusinya,” tegas Ismail.
Ia berharap BP Batam dan pengelola air memberikan data serta penjelasan yang jelas mengenai kondisi pelayanan saat ini, termasuk penyebab gangguan dan strategi menjamin kontinuitas pasokan ke depan.
Krisis air bukan sekadar persoalan teknis.
Bagi masyarakat, air menyangkut kebutuhan sehari-hari. Karena itu, publik membutuhkan bukan hanya janji perbaikan, tetapi kepastian pelayanan dan solusi yang terukur.
Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan resmi dari BP Batam dan pihak pengelola air mengenai keluhan gangguan distribusi tersebut masih diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh dan berimbang kepada masyarakat.(Ari yanto)

